Perkembangan Bentuk, Makna, dan Fungsi Tokoh Brajanata dalam Cerita Panji: Kajian Komparatif Artefak dan Teks Lakon Wayang Gědhog

Rudy Wiratama

Abstract


Cerita Panji merupakan salah satu ragam naratif asli Indonesia yang menjadi sumber inspirasi bagi banyak genre seni pertunjukan, salah satu di antaranya adalah wayang gědhog. Seni pertunjukan teater boneka tradisional ini banyak menggunakan kisah pengembaraan cinta Panji Inukertapati dan Candrakirana sebagai tema utamanya, dengan didukung kehadiran beberapa tokoh sampingan yang memiliki peran cukup penting. Tokoh tersebut di antaranya adalah Brajanata sebagai saudara tua bagi Panji. Tokoh ini seringkali ditampilkan dalam berbagai lakon dengan berbagai penyamaran untuk mempertemukan Panji dan Candrakirana lewat bermacam cara. Artikel ini berusaha mengupas transformasi dan arti penting kehadiran tokoh Brajanata dari masa ke masa dengan menggunakan pendekatan tekstual dan kontekstual.

Keywords


Transformasi; Brajanata; Panji; Wayang Gědhog; Teks Lakon

Full Text:

PDF (Revised)

References


Angst, Walter, 1994. “Wayang Gambuh”, kumpulan kliping dan tulisan tangan dalam map berkode Gb. Uberlingen: tidak diterbitkan.

Aris Munandar, Agus. “Panji dan Para Kadeyan Mengembara Nusantara”, dalam St. Hanggar B. Prasetya dan I Wayan Dana (ed.), 2014.

Aris Munandar, Agus, 2005. Gajah Mada: Biografi Politik, Jakarta: Komunitas Bambu.

Boechari, 2012. Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Citrawursita, 1917. “Pakěm Hantara”, koleksi Reksapustaka Pura Mangkunegaran Surakarta, nomor D. 88.

Darmosoetopo, Riboet. “Sejarah Panji dalam Perspektif Arkeologi”, dalam St. Hanggar B. Prasetya dan I Wayan Dana (ed.), 2014.

Kieven, Lydia, 2015. Menelusuri Figur Bertopi dalam Relief Candi Zaman Majapahit: Pandangan Baru terhadap Fungsi Religius Candi-candi Periode Jawa Timur Abad ke-14 dan ke-15, Jakarta,2015: Kepustakaan Populer Gramedia.

Kieven, Lydia “Perjalanan Mengikuti Panji” dalam Hari Budiono dan Irawati Kusumorasri (ed.) ,2014. Topeng Panji: Mengajak Kepada Yang Tersembunyi, Surakarta: Balai Soedjatmoko, Semarak Candrakirana Foundation dan Pemkab Malang.

Kusumawardaya, “Serat Kawruh Bab Topeng”, naskah koleksi Reksapustaka Mangkunagaran nomor D 80.

Madyopradonggo, Soemardi. 1970. Tuntunan Padalangan Ringgit Gedog. Surakarta: ASKI.

Madyopradonggo, Soemardi. 1975. Tuntunan Padalangan Ringgit Gedog djilid II. Surakarta: ASKI.

Notosoeroto, 1911. “ Over de Oorsprong van het woord ‘Gĕdog’ in de Wajang”, dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde vol. 8, deel 1. Leiden: KITLV.

Nugraha, Wisma. 2015. “Kisah Panji Versi Pakubuwana IV”, makalah disajikan pada Diskusi Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 24 Maret 2015.

Pigeaud, Th. 1938. Javaasche Volksvertoningen,Batavia: Commissie voor de Volkslectuur.

Pigeaud,Th. 1962. Java in 14th Century, a Study in Cultural History, vol. IV: Commentaries and Recapitulation, The Hague: Martinus Nijhoff.

Poerbatjaraka, 1968. Tjeritera Pandji dalam Perbandingan, Djakarta: Gunung Agung.

Prosiding Seminar Tokoh Panji Indonesia: Panji dalam Berbagai Tradisi Nusantara, Jakarta: Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Pujanaryanta, Sudiman. 2005. “Serat Pakem Topeng”, Klaten: manuskrip.

Robson, S.O.1971. Wangbang Wideya: a Javanese Panji Romance, The Hague: Martinus Nijhoff.

Saputra, Karsono H. 2014. Panji Angronakung, Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Serrurier, L. 1896. De Wajang Poerwa, een Ethnologische Studie, Leiden: E.J. Brill.

Saptonodiningrat,2016. “Pratelan Cacah Peprincening Kagungandalem Ringgit Wacucal”, Surakarta: manuskrip.

Soelarto,B; A[lbiladiyah],1982. S.Ilmi B., Wayang Beber di Gelaran, Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soemoatmodjo, Widjiati, 1985, Serat Kandhaning Ringgit Purwa jilid 8, Jakarta: Djambatan, 1985.

Soeratman, Darsiti, 2000. Dunia Kehidupan Keraton Surakarta 1830-1939, Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Tamansiswa.

Soetarno,2010. Teater Wayang Asia, Surakarta: ISI Press.

Suwita, (perkiraan 1902). “Wayang Beber”, koleksi Perpustakaan Reksapustaka Pura Mangkunagaran nomor D 245.

Tanpa Nama, “Pakěm Ringgit Gědhog”, koleksi Sanapustaka Keraton Kasunanan Surakarta, nomor 149 Ca.

Tanpa Nama, “Pakem Ringgit Gědhog”, koleksi Perpustakaan Museum Sonobudoyo nomor PB.E. 25.

Tanpa Nama, “Pratelan Kawujudanipun Ringgit Gědhog tuwin Kalithik”, koleksi Perpustakaan Reksapustaka Pura Mangkunagaran, Surakarta.

Van Helsdingen, R. Van Beuningen. 1913. “The Javanese Theatre: Wayang Purwa and Wayang Gedhog”, dalam The Journal of the Straits Branch of the Royal Asiatic Society, no. 65 hal.19-65. Kuala Lumpur: Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society.

Vickers, Adrian, 2005. Journeys of Desire: A Study of Balinese Text Malat, Leiden: KITLV Press.




DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v10i1.25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara
 - Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat