PEMULIAAN PANGAN BERBASIS NASKAH MANTRA PERTANIAN DALAM KAITANNYA DENGAN TRADISI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DAN BADUY

Erlis Suryani Nani Sumarlina, Undang Ahmad Darsa, Rangga Saptya Mohamad Permana

Abstract


Terbesitkah dalam benak kita bahwa sistem pertanian nenek moyang masa lampau sebenarnya tidak kalah oleh sistem pertanian yang berkembang saat ini? Pemuliaan pangan beserta pengolahan lahan pertanian masyarakat lama senantiasa berkelindan erat dengan tradisi. Tradisi itu sendiri hingga kini dapat dicermati lewat masyarakat yang masih pengkuh ‘teguh’ memegang adat istiadat dan tradisi. Hal ini masih bisa kita lihat pada masyarakat adat di Tatar Sunda. Contohnya masyarakat Kanekes Baduy di Banten dan masyarakat adat Kampung Naga di Neglasari, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sejak tiga tahun terakhir ini terkenal dengan beras organiknya sehingga mampu diekspor ke mancanagara. Tata cara pengolahan dan pemuliaan lahan pertanian, baik di Baduy maupun di Kampung Naga, tentu saja masih dapat kita temukan dalam beberapa naskah Sunda yang berkaitan dengan pertanian, seperti naskah Sulanjana, Dewi Sri, Nyi Pohaci, Sawargaloka, maupun naskah Nyi Lokatmala, serta naskah bernuansa mantra. Hal ini dapat dipahami karena masalah pertanian berkelindan erat dengan cara mengolah dan bagaimana lahan pertanian itu diberdayakan  serta dapat menghasilkan panen yang gemilang, yang kesemuanya itu tidak telepas dari mantra, yang salah satunya terungkap dalam naskah Mantra Pertanian. Hasil Penelitian yang berjudul “Pemuliaan Pangan Berbasis Naskah Mantra Pertanian, Kaitannya dengan Tradisi Masyarakat Kampung Naga dan Baduy” ini mengungkapkan pemuliaan pangan dan tata cara pengolahannya, berbasis kearifan lokal naskah mantra pertanian dan ilmu falak, yang dikolaborasikan dengan tradisi yang masih melekat dan diimplementasikan di Kampung Naga dan Baduy. Di samping memaparkan hubungan antara naskah mantra pertanian dengan naskah ilmu falak/perbintangan yang digunakan untuk menghitung serta menentukan kapan dan padi jenis apa yang harus ditanam, dengan cara pengolahan yang bagaimana, mantra apa yang harus dibacakan, dan kapan padi itu harus dipanen, dengan cara bagaimana  padi itu dipelihara agar hasilnya memuaskan. Semua identifikasi masalah dan tujuan yang diinginkan dalam penelitian ini melalui metode dan pendekatan dapat dicapai dengan sangat memuaskan.

Keywords


naskah mantra; pertanian; pemuliaan pangan; tradisi; manuskrip; baduy; kampung naga

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v9i2.244

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara
 - Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat