PENENTUAN USIA NASKAH PADA PENELITIAN FILOLOGI

Kamidjan Kamidjan

Abstract


Penentuan usia naskah dalam penelitian filologi sangat penting sebab di dalam naskah tersimpan berbagai nilai yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan bermasyarakat. Penentuan usia naskah dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu evidensi internal dan evidensi eksternal. Evidensi internal adalah penentuan usia naskah berdasarkan keterangan yang terdapat di dalam naskah yang diteliti. Keterangan itu terdapat dalam manggala dan kolofon. Cara tersebut digunakan untuk menentukan saat paling awal karya itu ditulis. Evidensi eksternal adalah penentuan usia naskah berdasarkan data yang yang terdapat di luar naskah. Penentuan ini menggunakan 3 cara, yaitu penyebutan nama karya pada karya sastra lain, pemahatan suatu cerita pada relief candi, dan pembandingan penggunaan bahasa pada karya yang diperkirakan sezaman.

Keywords


usia naskah; penelitian filologi; manuskrip; kodikologi; evidensi eksternal

Full Text:

PDF

References


Baried, Siti Baroroh dkk. 1993. Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Fak. Sastra.

Behrend, TE. 1990. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid I Museum Sonobudoyo. Jakarta: Djambatan.

Djamaris, Edwar. 1993. Filologi dan Cara Kerja Penelitian Filologi. Jakarta: Depdikbud.

Hutomo, Suripan Sadi. 1999. Filologi Lisan. Surabaya: CV. Lautan Rezeki.

Ikram, Achadiati. 1997. Filologia Nusantara. Jakarta: Pustaka Jaya.

Kamidjan, 2002. Analisis Wacana Naskah Serat Babad Bedhaning Mangir. Tesis. PPS Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Kamidjan, 2010. Naskah Serat Hardamudha. Transliterasi. Manuskrip koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Kamidjan, 2012. Naskah Serat Hardamudha. Sebuah Karya Sastra Jawa. Disertasi. Fak. Pasca Sarjana Univ Udayana, Denpasar Bali.

Pigeaud, Th. 1967. Literature of Java, Katalogus–Reisone of Javaansche Manuscrift and Suplement. The Hague Martinus Nijhoff.

Purnomo, Bambang. 2016. Filologi dan Studi Sastra Lama. Surabaya. Penerbit Bintang.

Rahmad 2016. ‘Piwulang Sunan Kalijaga’ (Teks Tentang Mantra), Jumantara, Vol.7 No.1 tahun 2016.

Robson, RO. “Pengkajian Sastra-Sastra Tradisional Indonesia” Bahasa dan Sastra, Tahun IV. Nomor 6. 1978.

Saidi, Shaleh. 1979. Pengantar Filologi Indonesia. Denpasar Fak. Sastra UNUD.

Suastika, I Made. 1999. Beberapa Studi Teks Naskah Bali dari Robson sampai Creese. Denpasar: Fak. Sastra UNUD.

Suwarni. dkk. 1990. Bahasa dan Aspek Budaya, Naskah Babad Madura, Laporan Penelitian, Pusat Penelitian IKIP Surabaya.

Suwarni. 2002. Refleksi sastra Jawa Kuna. Surabaya: FBS Unesa Surabaya.

Suwarni. 2008. Serat Sri Sadana, Kajian Struktur dan Sosiokultural. Tesis PPs Unesa. Surabaya. Tidak diterbitkan.

Suwarni. 2010. Bahasa dan Sastra dalam Naskah Layang Mursada. Surabaya. Pusat Penelitian. IKIP Surabaya.

Suwarni & Sri Wahyu Widayati. 2016. Sastra Jawa Klasik, Antara Kreasi dan Adaptasi. Surabaya. Penerbit, Bintang.

Zoetmulder,P.J.1983. Kalangwan, Sastra Jawa Kuna Selayang Pandang, Terjemahan Dick Hartoko, seri ILDEP, Jakarta, Penerbit Djambatan.




DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v9i1.238

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi
- Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat