Ken Tambuhan: Perempuan Tertindas

Dewaki Kramadibrata

Abstract


Tulisan ini membahas penggambaran tokoh dalam Syair Ken Tambuhan, sebuah syair yang digubah pada abad ke-19. Syair Ken Tambuhan termasuk salah satu syair yang populer karena berisi kisah cinta antara Ken Tambuhan dan Raden Menteri. Pembahasan berfokus kepada penggambaran tokoh Ken Tambuhan, Permaisuri, Raden Menteri, dan Raja Kuripan yang berperan dalam cerita.

Keywords


Ken Tambuhan; Perempuan; Syair Romantis; Syair Panji; Naskah; Manuskrip

Full Text:

PDF

References


Ikram, A. 1997. “Galuh Berperasaan Perempuan: Suatu Usaha Membaca sebagai Perempuan” dalam Filologia Nusantara. Titik Pudjiastuti dkk., ed. Jakarta: Pustaka Jaya, hlm. 196—208.

Kramadibrata, D. 2007. “Naskah Melayu dengan Nama dan Tokoh Perempuan” dalam Susastra 6, Vol. 3, No. 6, hlm. 25—44.

Liaw Yock Fang. 2011. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Syahrial. 2007. Syair Ken Tambuhan dari Betawi: Sebuah Cerita Panji versi Muhammad Bakir. Jakarta: Rumah Kita.

Teeuw, A. 1966. Syair Ken Tambuhan. Kuala Lumpur: Oxford University Press & University of Malaya Press.




DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v6i1.311

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara
 - Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat