Dewi Rukmawati sebagai Penasihat di dala Serat Pustakaraja

Anung Tedjowirawan

Abstract


Dewi Rukmawati berperan dalam penciptaan Serat Pustakaraja yang dalam mitologinya dicipta pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya di Kediri (Mamenang). Dalam teks-tes bagian Serat Pustakaraja, naratif Dewi Rukmawati dikemukakan di antaranya di dalam Serat Sindhula, Serat Rukmawati, Serat Cingkaradewa, Serat Sri Saddhana, Serat Para Patra maupun Serat Ajipamasa. Dewi Rukmawati pada mulanya adalah burung Rukmawati, burung surgawi yang berparuh emas, berkaki emas, bersayap permata beraneka warna, bermata intan. Burung Rukmawati tinggal di Gunung Cakrawala, yang dilindungi oleh petir api, petir air, petir angin dan petir bisa. Ia dapat menggelarkan berbagai cerita kegaiban, tahu peristiwa yang sudah terjadi dan yang belum terjadi serta mampu meramal masa depan. Setelah Sang Hyang Basuki, Dewi Wiratma dan Raden Anantawirya yang berbadan salewah (setengah hitam setengah putih) dan lidahnya bercabang tiga menjumpainya, maka Burung Rukmawati kemudian memberikan segala ilmu kegaibannya kepada Dewi Wiratma agar dipakainya sebagai sarana menggelarkan pengajarannya. Nama Dewi Rukmawati pun diberikan kepada Dewi Wiratma, sebaliknya nama Dewi Wiratma dipakai oleh Dewi Rukmawati. Karena itu Dewi Wiratma kemudian bernama Dewi Rukmawati dan burung Rukmawati beralih nama menjadi Dewi Wiratma serta menyatu sejiwa dengan Raden Anantawirya (putra Prabu Manindrataya). Dewi Rukmawati kemudian diminta membangun pertapaan di Gunung Mahendra (Lawu).

Keywords


Dewi Rukmawati; Penasihat; Serat Pustakaraja; naskah; manuskrip; perempuan

Full Text:

PDF

References


Berg, C.C. 1974. Penulisan Sejarah Jawa. Jakarta: Bharata.

Brandes, J.L.A. 1920. Pararaton (Ken Arok) Of Het Boek der koningen van Tumapel en van Majapahit uitgegeven en toegelicht Tweede druk bewerkt door N.J. Krom. VBG. 62.

Darusuprapta. 1963. Merunut Pupuh-pupuh Rama Djarwa Matjapat jang Bersumber dari Sarga II dan III Ramayana Kakawin (Tesis). Jogjakarta: Djurusan Sastra Djawa, Fakultas Sastra dan Kebudajaan, Universitas Gadjah Mada.

Iskandar, Yosepth. 1997. Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa). Bandung: CV. Geger Sunten.

Karyarujita, R.Ng. 1981. Serat Paramayoga: Serat Kalempaking Piwulang, Alih Aksara dan Alih Bahasa oleh Moelyono Sastronaryatmo. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Depdikbud.

Nugraheni P., Dyah. 1986. "Tokoh Kunti dalam Pewayangan" (Sepintas Pembahasan) (Skripsi Sarjana Muda). Yogyakarta: Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada.

Poerwadarminta, W. J. S. 1939. Baoesastra Djawa. Batavia, J.B. Wolters Uitgevers Maatschappij n.v.

Prawiroatmojo, S. 1981. Bausastra Jawa-Indonesia 2 Jilid. Jakarta: Gunung Agung.

Ranggawarsita, R. Ng. 1939. Serat Pustakaraja Purwa Jilid I – IX, Cetakan Keempat. Djokdja: Boekhandel En Drukerij Kolf Buning.

_______. 1979. Serat Witaradya I & II. Alih Aksara dan Ringkasan oleh Sudibya, Z.H., Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

_______. 1993. Serat Ajipamasa, Disalin oleh Soetomo W.E., dkk. Semarang: Yayasan Studi Bahasa Jawa "Kanthil".

_______. 1994. Serat Pustakaraja Purwa Jilid III, Alih Aksara Kamajaya. Surakarta dan Yogyakarta: Yayasan "Mangadeg" dan Yayasan "Centhini".

Suprayitno, Sumarti. 1986. "Sita dan Kunti Dua Wanita Tokoh Utama dalam Wiracarita Ramaya?a dan Mahabharata" dalam Badrawada Tahun III No. 9 Buletin Ilmiah Sastra Nusantara. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Surjohudojo, Supomo. 1961. Rama Katha. Jogjakarta: Fakultas Sastra dan Kebudajaan, Universitas Gadjah Mada.

Tedjowirawan, Anung. 2012. "Menelusuri Jejak Cerita Rama dalam Serat Pustakaraja Karya Pujangga R. Ng. Ranggawarsita" dalam Jumantara (Jurnal Manuskrip Nusntara) Vol. 3 No. 1 Tahun 2012. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

_______. 2014. "Serat Pustakaraja Purwa: Serat Darmasarana karya Pujangga R.Ng. Ranggawarsita di Abad XIX: Analisis Struktur-Resepsi-Genealogi" (Tesis S2). Yogyakarta: Program Pasca Sarjana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

_______. 2014.”Nistha-madya-uama Bagi Pemimpin Negara dan Abdi Negara dalam Serat Ajipama” dalam Menelusuri Kebesaran Pujangga R. Ng. Ranggawarsita Melalui Karya-karyanya Ciptaannya, Sebuah Studi Awal, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widyaseputra, Manu Jayaatmaja. 2008. "Bha?a dan Maya dari Mamenang: Kusumawicitra dalam Perspektif Historis dan Mitis Tradisi Pura Mangkunegaran Tahun 1853-1881" dalam Procedings Seminar Internasional Aktualisasi Teks-teks Ranggawarsitan dalam Konteks 100 Tahun Kebangkitan Nasional dalam rangka Dies ke 62 Fakultas Ilmu Budaya UGM 16 Mei 2008. Yogyakarta: Jurusan Sastra Nusantara, Prodi Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Jakarta: Karya Unipress.

_______. 2012. Kusumawicitra: Arjunanandana di Pura Ma?kunegaran menurut Serat Ajipamasa (Makalah) pada Seminar Nasional "Pengaruh Karya Sastra R. Ng. Ranggawarsita terhadap Ipoleksosbud" yang diselenggarakan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta bekerjasama dengan Karya Sinema Nusantara dan Pemkot Surakarta di Loji Gandrung (Rumah Dinas Walikota Solo) pada tanggal 1 Maret 2012).

Winter, C.F., 1880. Kawi – Javaansch Woordenboek, Batavia: ‘sLand’s-Drukkerij.

Wiryamartana S.J.; I. Kuntara. 1980. "Bebuka Serat Pustaka Raja Sebagai Dasar Pemahaman Seluruh Kitab" (Makalah Seminar dan Diskusi Memperingati Pujangga Besar Ronggowarsito pada 3 Januari 1980). Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Wojowasito, S, 2003. Kamus Umum Belanda Indonesia, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

Zoetmulder, P. J. 1983. Kalangwan, Sastra Jawa Kuna Selayang Pandang, terjemahan Dick Hartaka. Jakarta: Djambatan.




DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v6i1.308

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara
 - Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat