Syair Fi Kaifiyat Al-Hajj : Perjalanan Haji Sebagai Bentuk Migrasi Muslim Minangkabau

Rizqi Handayani

Abstract


Perjalanan haji merupakan perjalanan spiritual bagi umat muslim pada umumnya, akan tetapi pada masyarakat Minangkabau perjalanan haji ini menemukan dimensinya yang lain yaitu sebagai sebuah bentuk migrasi atau merantau. Dalam konteks ini, perjalanan haji bukan lagi semata-mata bertujuan untuk beribadah, akan tetapi juga untuk kepentingan ekonomi dan mencari ilmu. Syair Fi Kaifiyat al-Hajj merupakan salah satu naskah yang menggambarkan perjalanan haji seorang muslim Minangkabau yang ditemukan di surau Calau. Naskah ini memberikan gambaran tentang prosesi ritual haji, interaksi sosial dan ekonomi, adat istiadat, ciri-ciri fisik dan karakteristik dari setiap suku bangsa yang menghadiri ibadah Haji di Mekah sebelum abad ke-20.


Keywords


Syair; Fi Kaifayat Al-Hajj; Haji; Muslim Minangkabau; Merantau; Migrasi

Full Text:

PDF

References


AZRA, AZYUMARDI (2003), Surau: Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

––––– (2005), Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar pembaharuan Islam Indonesia, Jakarta: Kencana.

VAN BRUINESSEN, MARTIN (1997), ‘Mencari Ilmu dan Pahala di Tanah Suci Orang Nusantara Naik Haji’, dalam Dick Douwes dan Nico Kaptein, Indonesia dan Haji, h. 122.

DANARTO (1993), Orang Jawa Naik Haji: Catatan Perjalanan Haji Danarto, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

DJAMARIS, EDWAR (1989), Tambo Minangkabau: Suntingan Teks disertai Analisis Struktur, Depok: Universitas Indonesia.

DOBBIN, CHRISTINE (2008), Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan Padri, Minangkabau 1784-1847, Depok: Komunitas Bambu.

DOUWES, DICK DAN NICO KAPTEIN (1997), Indonesia dan Haji, Jakarta: INIS.

E. GRAVES, ELIZABETH (2007), Asal Usul Elite Minangkabau Modern: Respon Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

EICKELMAN, DALE E. AND JAMES PISCATORI (ed.) (1990), Muslim Travellers: Pilgrimage, Migration, and the Religious Imagination, California: University of California Press.

FATHURAHMAN, OMAN (1999), Tanbih al-Masyi, Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17, Bandung: Mizan & EFEO.

FATHURAHMAN, OMAN (2008), Tarekat Syattariyah di Minangkabau, Jakarta: Prenada Media Group.

GRAVES, ELIZABETH E. (2007), Asal Usul Elite Minangkabau Modern: Respon Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

HAMKA (1984), Islam dan Adat Minangkabau, Jakarta: Pustaka Panjimas.

––––– (1989), Ayahku: Riwayat Hidup DR. H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera, Jakarta: Umminda, 1982.

HURGRONJE, CHRISTIAAN SNOUCK (1989), Perayaan Mekah, Jakarta: INIS.

KATO, TSUYOSHI (1982), Matriliny and Migration: Evolving Minangkabau Tradition in Indonesia, New York: Ithaca,.

––––– (2005), Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah, Jakarta: Balai Pustaka.

MANSOER, M.D., dkk. (1970), Sedjarah Minangkabau, Djakarta: Bhratara.

MATHESON, V. DAN A.C. MILNER (1984), Perceptions of the Haj: Five Malay Text, Singapura: Institute of Southeast Asian Studies.

MOHAMAD, M.D., (PENY.) (1987), Tokoh-tokoh Sastera Melayu Klasik, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

MALAY CONCORDANCE PROJECT «http://mcp.anu.edu»

MULYANA, SLAMET (1963), Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara Islam Nusantara, Jakarta: Bharata.

NAIM, MOCHTAR (1984), Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

RICKLEFS, M.C. (2005), Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, Terj. Satrio Wahono, dkk., Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

SAMAD, DUSKI (2002), Syekh Burhanuddin Ulakan dan Islamisasi di Minangkabau (Syarak Mendaki Adat Menurun),Jakarta: The Minangkabau Foundation & Yayasan Pengembangan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat.

SCHRIEKE (1973), Pergolakan Agama di Sumatera Barat: Sebuah Sumbangan Bibliografi , terj. Soegarda Poerbakawatja, Jakarta: Bhratara.

SHARIATI, ALI (1992), Hajj: Reflections on Its Rituals, (translated by Laleh Bakhtiar), Albuquerque: ABJAD.

SJARIFOEDIN, AMIR (2011), Minangkabau: Dari Dinasti Iskandar Zulkarnain Sampai Tuanku Imam Bonjol, Jakarta: Gria Media Prima.

VREDENBREGT, JACOB (1997), ‘Ibadah Haji: Beberapa Ciri dan Fungsinya di Indonesia’ dalam Dick Douwes dan Nico Kaptein, Indonesia dan Haji, Jakarta: INIS, h. 5, 47-52 dan 57-58.

SURYADI (2002), Syair Sunur: Teks dan Konteks ‘Otobiografi’ Seorang Ulama Minangkabau Abad ke-19, Padang: Citra Budaya Indonesia dan PDIKM Padang Panjang.

SWEENEY, AMIN (2005), Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jilid 1, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia & École française d’Extrême-Orient.

WIERINGA, EDWIN (2000), ‘A Tale of Two Cities and Two Modes of Reading: A Transformation of the Intended Function of the Syair Makah dan Madinah’, dalam Die Welt des Islams New Series, Vol. 42, Issue 2.




DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v4i1.400

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara
 - Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat