Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Belanda Dalam Karya Sastra Aceh Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Poskolonial

Authors

  • Istiqamatunnisak Istiqamatunnisak Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37014/jumantara.v3i2.414

Keywords:

Hikayat Teungku di Meukek, Perlawanan, Poskolonial, Naskah, Manuskrip

Abstract

Hikayat Teungku di Meukek adalah sebuah teks sastra Aceh yang menukilkan berbagai peristiwa sejarah dan penuh dengan pesan sosial dan politik. Wacana yang diungkapkan cukup relevan kepada para pembaca kolonial yang berpegang kepada perspektif orientalisme, dan juga pada pembaca pribumi kini yang berpegang pada perspektif poskolonialisme. Tulisan ini menjelaskan tentang pengaruh kolonial dalam hikayat tersebut. Naskah Hikayat Teungku di Meukek ini merupakan salah satu naskah lama yang isinya menggambarkan perlawanan rakyat yang digerakkan oleh seorang pemimpin agama terhadap Uleebalang di daerah Meulaboh yang didukung oleh Belanda. Hikayat ini ditulis untuk mengabadikan persengkataan antara kedua belah pihak tersebut, dan untuk melihat bagaimana perlawanan masyarakat terhadap pihak kolonial. Dari karya sastra tersebut bisa kita lihat adanya pengaruh kekuasaan dalam hikayat ini pada masyarakat Aceh dulu. Dalam tulisan ini dapat dilihat adanya pendekatan poskolonial dalam pengkajian sastra, karena kritik poskolonial menganalisis karya-karya yang diproduksi oleh masyarakat dan budaya sebagai respon terhadap dominasi kolonial dari masa kolonialisme sampai sekarang.

References

Anderson, Benedict, 1999, Komunitas imajiner; Renungan tentang asal-usul dan penyebaran nasionalisme (terj). Yogyakarta: Pustaka Pelajar- Insist.

Baso, Ahmad, 2005, Islam pasca-kolonial: perselingkuhan agama. Kolonialisme dan liberalisme. Bandung: Mizan Pustaka.

Dally, Ramli A. dan Teuku Abdullah Sakti, 2002, Hikayat Akhbarul Karim. Transliterasi dan terjemahan. Banda Aceh: Dinas Kebudayaan Provinsi NAD.

Djojosuroto, Kinayati, 2006, Analisis teks sastra dan pengajarannya. Cet 1. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Faruk, 2007, Belenggu pasca-kolonial. Hagemoni dan resistensi dalam sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Faulcher dan Tony Day, 2006, Clearing a space. Kritik pasca-kolonial tentang sastra Indonesia modern (terj). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Harun, Ramli, 1983, Hikayat Ranto Ngon Hikayat Teungku di Meukek. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudaya-an.

Hurgronje, C. Snouck, 1985, Aceh dimata kolonialis. Jilid II. Jakarta: Yayasan Soko Guru.

Seno, 2002, "˜Mitos dan fakta Hikayat Raja-raja Pasai (Kisah tentang pelanggaran hukum yang menyebabkan kehancuran)"™. Buletin Haba edisi 24. Banda Aceh: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Aceh.

Yusuf Lubis, Akhyar, 2006, Dekonstruksi epistemologi modern. Jakarta: Pustaka Indonesia Satu.

Downloads

Published

2019-08-12

Issue

Section

Articles