Local Genius

Noerhadi Magetsari

Abstract


Peninggalan tertulis tertua yang ditemukan di Indonesia, mempergunakan huruf Pallava dan berbahasa Sansekerta. Peninggalan itu kita kenal sebagai prasasti dan ditemukan di Kutai, Kalimantan Timur dan Jawa Barat. Sementara itu raja-rajanya pun mempergunakan nama Sansekerta, seperti Mulavarman dan Purnavarman. Kenyataan ini kemudian mendorong ahli Barat, yang dewasa ini dapat digolongkan sebagai penganut aliran kolonial, berkesimpulan bahwa telah terjadi proses hinduisasi di Kutai maupun Jawa Barat pada masa itu. Bahkan sampai sekarang masih ada ahli Barat yang menganut pandangan ini, seperti yang terlihat dalam laporan penelitian terhadap apa yang terjadi di Sumatra Timur pada abad yang lebih kemudian. Sementara itu dilaporkan pula olehnya bahwa apa yang terjadi adalah sebuah proses adaptasi kebudayaan setempat terhadap kebudayaan Tamil.

Keywords


local genius; kearifan lokal;

Full Text:

PDF

References


Casparis, J.G. de. 1950. Inscripties uit de Çailendra-tiid. Prasasti Indonesia I. Bandung: Disertasi.

Chattopadhyaya, A. 1967. Atiśa and Tibet. Calcutta.

Coedes, G. 1968. The Indianized States of Southeast Asia. Honolulu.

Fontein, J. 1967. The Pilgrimage of Sudhâna. The Hague.

Erp, Th. van. 1931. Beschrijving van Barabudur II, Bouwkundige Beschrijn¬g. 's-Gravenhage.

Iwamoto, Y. "The Śâi¬lendra Dynasty and Chandi Borobudur", yang diajukannya dalam International Symposium on Chandi Borobudur di Kyoto pada tanggal 25-27 September 1980, dalam Borobudur. Tokyo.

Krom, N.J. 1927. Barabudur. Archaeological Description. The Hague.

Magetsari, Noerhadi. 1986. “Local Genius dalam kehidupan beragama”, dalam Ayatrohaedi (ed.), Kepribadian Budaya Bangsa. Jakarta.

Perret, Daniel. 2010. Kolonialisme dan Etnisitas. Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut. Jakarta.

Poerbatjaraka, R.M. 1952. Riwayat Indonesia I. Jakarta.

Sartono Kartodirdjo, Marwati Poesponegoro, Nugroho Notosusanto (eds.). 1975. Sejarah Nasional Indonesia I dan II. Jakarta.

Stutterheim, W.F. 1956. "Chandi Barabudur, Name, Form, and Meaning" (1929), diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh F.D.K. Bosch, dalam Studies in Indonesian Archaeology. The Hague.

Roerich, G.N. 1949. The Blue Annals. CalcuttaI.

Wolters, O.W. 1967. Early Indonesian Commerce. New York.




DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v1i1.108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara
 - Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat