Jejak Penjajahan pada Naskah Sunda: Studi Kasus pada Surat Tanah

Ruhaliah Ruhaliah

Abstract


Masyarakat Sunda pernah mengenal berbagai aksara, yaitu Pallawa, Sunda Kuna, Jawa Kuna, Cacarakan, Arab, Pegon, dan Latin. Aksara Pallawa hanya diketahui dalam penulisan prasasti sedangkan aksara lainnya digunakan dalam naskah. Isi naskah meliputi seluruh bidang kehidupan termasuk surat-surat penting. Adanya pengaruh Mataram dalam bidang aksara dan pengaruh Belanda dalam bidang administrasi pemerintahan menyebabkan perubahan sosial di masyarakat, termasuk dalam sistem jual beli. Aksara Cacarakan pernah menjadi aksara resmi pemerintahan di wilayah Sunda, padahal sebelumnya masyarakat Sunda sudah memiliki aksara Sunda yang diketahui mulai digunakan sejak abad ke-16. Penggunaan aksara Cacarakan ini terus berlangsung hingga awal abad ke-20. Salah satu contoh akta jual beli di bawah ini menggambarkan kehidupan pada masa itu serta sebelum dan sesudahnya.


Keywords


naskah sunda; surat tanah; penjajahan; sejarah

Full Text:

PDF

References


Ekadjati, Edi S. 1988. Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan The Toyota Foundation.

Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah IKIP Bandung. 1992. Palanggeran Ejahan Basa Sunda. Bandung: Rahmat Cijulang.

Ruhaliah. 2008. Pedoman Transliterasi Naskah. Bandung: Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FPBS UPI.




DOI: https://doi.org/10.37014/jumantara.v1i1.104

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekretariat:
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara
 - Perpustakaan Nasional RI
Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 11, Jakarta Pusat