Jadikan Aku Pustakawan

Fitri Hafifah, Ikhwan Arif

Abstract


Dalam tulisan ini menguraikan tentang usaha yang dicapai untuk mengaktualisasikan profesi Pustakawan di masyarakat. Di bab lain berisi analisa minimnya jumlah Pustakawan di Indonesia dibandingkan dengan jumlah kebutuhan tenaga ini khususnya bidang sekolah. Perpustakaan seharusnya dapat dijadikan tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar, menumbuhkan minat baca dan mendorong untuk membiasakan siswa belajar secara mandiri, karena perpustakaan berfungsi sebagai sarana edukatif, informatif, riset dan rekreatif. Namun kenyataannya belum semua sekolah memiliki perpustakaan. Sedangkan sekolah yang telah mempunyai perpustakaan, belum memenuhi harapan tersebut, yang disebabkan oleh berbagai kendala, antara lain: (1) Lokasi perpustakaan yang kurang nyaman (kondusif), jam buka yang sangat terbatas (hanya pada saat jam istirahat sekolah), koleksi buku terbatas, fasilitas kurang memadai, dana terbatas; (2) Pengelolaan yang kurang profesional; (3) Guru kurang berpartisipasi dalam pemanfaatan perpustakaan bagi siswa; dan (4) Kurangnya koordinasi antar perpustakaan. Perlu dilakukan langkah-langkah yang nyata untuk mengembangkan pustakawan menjadi profesi yang bisa dibanggakan. Mengingat arti penting perpustakaan dalam proses pendidikan dan usaha pencerdasan bangsa, keberadaan perpustakaan perlu diikuti dengan jumlah Pustakawan yang memadai.


Keywords


kebutuhan pustakawan; profesionalisme pustakawan

Full Text:

PDF

References


Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. Rekomendasi Hasil Seminar Pengembangan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar.

Endang Emawati. Kompetensi, Komitmen dan Interpreneurship Pustakawan dalam Mengelola Perpustakaan di Indonesia. 200?

Harkrisyati Kamil: Peran Pustakawan dalam Manajemen Pengetahuan. Disampaikan dalam rapat Kerja Pusat XIII dan Seminar Ilmiah Nasional IPI, Pekanbaru Riau. Juni 2005.

Hernandono: Meretas Kebuntuan Kepustakawanan Indonesia Dilihat Dari Sisi Sumber Daya Tenaga Perpustakaan. Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Pustakawan Utama. 2005.

IFLA/NUNESCO. Pedoman Perpustakaan Sekolah. 2006.

Melling Simanjuntak. Kepustakawanan Alternatif. Makalah Konggres Nasional IPI, 2005.

Ninis Agustisini Damayanti. Pengembangan Program Pendidikan S1 dan S2 Ilmu Informasi & Perpustakaan di Indonesia. Lokakarya Pengembangan Program Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan di Indonesia. Jakarta, Juli 2005.

Rachmat Natadjumena: Perpustakaan Sekolah - Lahan Tidur Pustakawan. Orasi Ilmiah Pengukuhan Pustakawan Utama. 2006.

Romi Febriyanto Saputro. Perpustakaan, Sumber Ilmu yang Terabaikan. Pikiran Rakyat. 2004. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0204/02/teropong/lainnya02.htm diakses 03-07- 2006.

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Perpustakaan Nasional RI: Naskah Akademi RUU Perpustakaan 2006.

Wachid Eko Purwanto: Menghidupi Tradisi Literasi: Problematika bagi Siswa, Guru, Sekolah dan Negara. http://www.tandabaca.com/esai/esai.html diakses 21-08-2007.

Zaslina Zainuddin. Kebutuhan Pustakawan Profesional di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi. Vol. 1 No.1 Juni 2005.




DOI: https://doi.org/10.37014/medpus.v15i1&2.928

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Media Pustakawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Jurnal Media Pustakawan (e-ISSN:2685-3396), p-ISSN:0852-9248).