E-Literacy Dan Peran Pustakawan Di Masyarakat

Ade Abdul Hak

Abstract


Lemahnya tingkat e-literacy termasuk pada kalangan pustakawan dikarenakan berbagai kendala dan keterbatasan akses informasi dan pengetahuan. Kondisi ini selain karena keterbatasan sarana teknologi informasi dan komunikasi yang ada di setiap perpustakaan, juga ada yang karena para pustakawan disibukkan dengan pekerjaan teknis sehari-hari tanpa ada kesempatan untuk mengembangkan diri secara keilmuan. “e-literacy” diartikan sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi informasi. Mengingat tidak setiap pustakawan mempunyai e-literacy/ICT literacy yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan kerja yang diembannya, maka diperlukan upaya untuk memetakan e-literacy/ICT literacy masing-masing pustakawan yang ada pada setiap lembaga tersebut. Bahkan mungkin terjadi bahwa pemahaman e-literacy/ICT literacy pada setiap pustakawan akan berbeda walaupun berada pada jenjang kepangkatan yang sama. Hal inilah yang dikenal dengan kesenjangan digital (digital divide) antar pustakawan. Berhasil atau tidaknya tugas yang diemban oleh pustakawan dalam mengembangkan e-literacy/ICT literacy ini, dikembalikan lagi pada kemampuan pustakawan itu sendiri dalam memahahi e-literacy/ICT literacy tersebut. Hal inilah yang perlu kita kaji ulang dan merupakan PR khusus buat Pusat Pengembangan Pustakawan, Perpusnas RI atau bahkan kalau bisa memberikan sertifikat pemahaman e-literacy/ICT literacy.


Keywords


e-literacy; pustakawan; masyarakat

Full Text:

PDF

References


Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Pembangunan teknologi informasi dan komunikasi Indonesia tantangan dan peluang bagi profesi pustakawan. WARTA, edisi khusus 2006. Hal. 41-47.

Indrajit, Richardus Eko. (2005). Strategi dan kiat meningkatkan e-literacy masyarakat Indonesia. Dalam Sistem informasi berbagai makalah tentang sistem informasi dari perspektif: manusia dan sistem informasi, organisasi dan sistem informasi, teknologi dan sistem informasi yang disampaikan dalam Konferensi Nasional Sistem Informasi 2005 di Institut Teknologi Bandung.

Oetomo, Budi Sutedjo Dharma. (2002). Perencanaan dan pembangunan sistem informasi. Yogkarta: Andi Yogyakarta.

Rahardjo, Budi. (2001). Indonesian statistic internet. Tersedia di http://www.insan.co.id/internetstats.html) Diakses tanggal 22/8/2007.

Secker, Jane dan Price, Gwyneth. (2004). Developing the e-literacy of academics: case studies from LSE and the Institute of Education, University of London. Journal of eLiteracy, Vol 1 (2004). Hal. 97-108. Tersedia di http://www.jelit.org/59/01/Jelit_paper_18.pdf . Diakses tanggal 21/8/2007.

Sudarsono, Blasius. (1992). Pendekatan untuk memahami kepustakawanan. Dalam Bunga rampai 40 tahun pendidikan ilmu perpustakaan di Indonesia. Jakarta: Keaint Balnc.

Wijaya, Stevanus Wisnu. (2005). Pemetaan Information and Communication Technology Literacy bagi Manager Perusahaan: sebuah kajian konseptual. Dalam Sistem informasi berbagai makalah tentang sistem informasi dari perspektif: manusia dan sistem informasi, organisasi dan sistem informasi, teknologi dan sistem informasi yang disampaikan dalam Konferensi Nasional Sistem Informasi 2005 di Institut Teknologi Bandung.




DOI: https://doi.org/10.37014/medpus.v15i1&2.925

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Media Pustakawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Jurnal Media Pustakawan (e-ISSN:2685-3396), p-ISSN:0852-9248).