Digital Library : Penerapan Teknologi Informasi (Ti) di Perpustakaan

Lutriani Lutriani

Abstract


Perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan manusia, juga sebaliknya perkembangan manusia sedikit banyak terpengaruh juga dengan adanya perpustakaan. Perpustakaan dapat dikatakan sebagai cermin dari suatu bangsa atau masyarakat dilihat dari segi sosial, ekonomi, kultural (budaya), juga pendidikan masyarakat. Selama berabad­abad eksistensi perpustakaan tetap dipertahankan

walaupun banyak mengalami pasang surut dan berbagai hambatan, perpustakaan tetap dipertahankan karena memiliki fungsi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Fungsi perpustakaan yang sangat menonjol adalah sebagai sarana penyimpanan karya manusia seperti karya cetak, di antaranya: buku, majalah, brosur, jurnal, koran, dan karya cetak lainnya yang dianggap harus disimpan sebagai dokumen warisan bangsa. Karya manusia lainnya adalah karya rekam, di antaranya: piringan hitam, kaset, compact disc, video dan karya rekam lainnya. Setelah ribuan tahun hidup dengan teknologi cetak, dan ratusan tahun dengan teknologi analog elektronik, kelahiran dan perkembangan pesat teknologi digital menimbulkan revolusi cukup mendasar di era teknologi ini, dan kepustakawanan khususnya kata perpustakaan merujuk ke satu medium penentu peradaban manusia yaitu buku. Untuk waktu yang sangat lama buku dan produk tercetak lainnya adalah satu­satunya sumberdaya pengetahuan yang dihimpun oleh perpustakaan. Beberapa waktu belakangan ini “dunia teks”  tiba­tiba mendapat tantangan dari teknologi baru yang menghadirkan teks linear dan teks berkaitan (hypertext), tidak hanya gambar mati, tapi gambar hidup dan gambar imajinasi yang seakan­akan hidup. Kalau bisa dijabarkan dari teknologi cetak berkembang ke teknologi analog, lalu teknologi elektronik dan berkembang kemudian ke teknologi digital sampai teknologi multimedia. Perubahan peran teknologi informasi memperluas peran perpustakaan tradisional melampaui koleksi buku dan pelayanan berbasis cetak yang menjadi citranya hingga kini. Perpustakaan modern dewasa ini menyediakan spektrum menyeluruh produk dan pelayanan informasi, baik yang berbasis cetak maupun elektronik. Pengembangan perpustakaan digital atau e-library bagi tenaga pengelola  perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi sistem otomasi perpustakaan, sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan efisien.


Keywords


TIK perpustakaan; perpustakaan digital; otomasi perpustakaan

Full Text:

PDF

References


Creth, S.D. 1996. The electronic library; slouching toward the future or creating a new information environment. Follet Lecture Series, September.

Fahmi, I. 2004. Innovasi jaringan perpustakaan digital: Network of Networks NeONs. Makalah: Seminar dan workshop Sehari Perpustakaan dan Informasi Universitas Muhammadiyah. Malang, 4 Oktober 2004.

Hasibuan, Z.A. 2005. Pengembangan perpustakaan digital: Studi kasus perpustakaan Universitas Indonesia, Makalah Pelatihan Pengelola Perpustakaan Perguruan Tinggi. Cisarua Bogor 17–18 Mei 2005.

Nugroho, A.S. 2006. Informasi Online dalam Dunia Riset dan Pendidikan. Surakarta.

Pudjiono. 2006. Membangun Citra: Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia Menuju Perpustakaan Bertaraf Internasional. Universitas Airlangga Surabaya.

Siregar, A.R. 2006. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pemasaran Perpustakaan: Implikasinya Terhadap Pustakawan. Makalah: Program Studi Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera Utara




DOI: https://doi.org/10.37014/medpus.v18i4.829

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Media Pustakawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Jurnal Media Pustakawan (e-ISSN:2685-3396), p-ISSN:0852-9248).