Implementasi Library Class Di Perpustakaan Universitas Airlangga

Novita Dwi Anawati

Abstract


Sivitas akademika dituntut untuk membuat publikasi ilmiah. Tuntutan tersebut berdampak pada penyediaan layanan sumber-sumber informasi di perpustakaan. Kemutakhiran dan kemudahan akses sumber-sumber informasi sangat diperlukan untuk mewujudkan tuntutan tersebut. Kualitas publikasi ilmiah sangat bergantung pada kualitas literatur pendukung. Perpustakaan Universitas Airlangga menyediakan e-resources lebih kurang 50 database dengan sekitar 15 publisher (provider). Namun, tidak semua sivitas akademika memahami cara memanfaatkan platform e-resources tersebut. Oleh karena itu diperlukan pelatihan literasi informasi untuk menunjang publikasi ilmiah. Karya tulis ini memberikan batasan ruang lingkup pada best practice (praktik baik) Perpustakaan Universitas Airlangga dalam menyelenggarakan literasi informasi guna menunjang publikasi ilmiah sivitas akademika. Tujuan karya tulis ini yaitu untuk memberikan deskripsi singkat tentang praktik baik penyelenggaraan literasi informasi di Perpustakaan Universitas Airlangga. Metodologi penelitian yang digunakan dalam karya tulis ini yaitu action research. Hasil luaran dari program Library Class, yaitu peningkatan jumlah publikasi ilmiah Universitas Airlangga yang terindeks Scopus dari 236 dokumen di tahun 2016, 469 dokumen di tahun 2017, dan 848 dokumen di tahun 2018. Kesuksesan di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan nilai akademis yang excellent merupakan bentuk kesejahteraan di lingkup perguruan tinggi.


Keywords


literasi informasi, library class, Perpustakaan Universitas Airlangga

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A.A. & Richardo, R. (2017). Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memilih makanan sehat dengan pembelajaran literasi matematika berbasis konteks. Jurnal Gantang, II (2), 89-97.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2012). Surat Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012: Wajib publikasi ilmiah bagi S1/S2/S3. Retrieved May 12 2019, from http://lldikti12.ristekdikti.go.id/2012/02/01/surat-dirjen-dikti-no-152et2012-tentang-wajib-publikasi-ilmiah-bagi-s1s2s3.html

Hasan. (2009). Action research: Desain penelitian integratif untuk mengatasi permasalahan masyarakat. AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4 (8), 177-188.

Saryono, D. (2017). Sejarah perkembangan literasi. Retrieved May 12 2019, from https://matakita.co/2017/06/27/sejarah-perkembangan-literasi/

Setiawan, V. (2017). Strategi komunikasi pustakawan dalam implementasi literasi informasi (studi kasus di perguruan tinggi dengan menggunakan dan memanfaatkan e-resources). Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol. 21 (1), 15-29.

Sulistyo-Basuki. (2013). Literasi informasi dan literasi digital. Retrieved May 12 2019, from https://sulistyobasuki.wordpress.com/2013/03/25/literasi-informasi-dan-literasi-digital/#more-136.

Susanto. (2014). Strategi menuju world class university (wcu) pada Universitas Semarang. Jurnal Transformatika, Vol. 11 (2), 87–95.

Syamsi, A. (2016). Penguatan literasi informasi berbasis perpustakaan bagi peningkatan mutu akademik mahasiswa PGMI IAIN Cirebon. JPSD: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 2 (2), 24-37.




DOI: https://doi.org/10.37014/medpus.v26i4.654

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Media Pustakawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Jurnal Media Pustakawan (e-ISSN:2685-3396), p-ISSN:0852-9248).