Peran Luas Pustakawan dalam Mendukung Visibilitas Publikasi Institusi Berkelanjutan

Purwani Istiana

Abstract


Perpustakaan dan peran pustakawan dalam lingkungan yang terus berkembang dan berubah, perlu melakukan penyesuaian atas peran yang harus dilakukan. Pustakawan harus terus mengembangkan kemampuan dan kepedulian terhadap perubahan kebutuhan lingkungan yang dilayani. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu jenis perpustakaan yang melayani masyarakat akademis. Peran lebih luas diperlukan agar perpustakaan semakin mampu menunjukkan keberadaannya di tengah masyarakat perguruan tinggi. Pustakawan tidak hanya mengelola koleksi dan memberikan layanan informasi, namun harus aktif memainkan peran yang lebih luas lagi untuk berkontribusi dalam berbagai tugas kerja yang membutuhkan keahliannya. Bidang tugas dalam siklus hidup komunikasi ilmiah dalam lingkungan masyarakat perguruan tinggi menunggu peran luas pustakawan. Siklus komunikasi ilmiah, yaitu penelitian, penulisan karya ilmiah, publikasi dan diseminasi publikasi ilmiah merupakan kegiatan masyarakat perguruan tinggi yang membutuhkan peran luas pustakawan. Pustakawan tidak hanya menunggu permintaan kebutuhan masyarakat dalam aneka kegiatan komunikasi ilmiah, namun harus mampu berperan serta aktif dalam proses komunikasi ilmiah, sehingga perannya dalam mendukung seluruh proses komunikasi ilmiah yang bermuara pada visibilitas publikasi institusi semakin terlihat nyata. Tiga peran luas pustakawan dalam mendukung visibilitas institusi tercakup dalam; peran luas dalam penelitian dan penulisan naskah publikasi, peran luas dalam publikasi ilmiah, serta peran luas pustakawan dalam upaya diseminasi informasi. Peran ini dilakukan secara terus-menerus untuk mewujudkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah masyarakat perguruan tinggi yang lebih baik.


Keywords


Peran berkelanjutan, Peran luas pustakawan, Visibilitas publikasi.

Full Text:

PDF

References


Bennett, N. (2013). The embedded librarian: Innovative strategies for taking knowledge where it’s needed. Journal of Library Innovation, 4(1), 69-70.

Bhatt, R. K. (2011). Relevance of ranganathan’s laws of library science in library marketing. Library Philosophy and Practice, 1–7.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (2012). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Surat Edaran nomor 152/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah, Kewajiban Publikasi.

Lukman. (2016). Strategi peningkatan publikasi ilmiah bereputasi. Makalah. Workshop Universitas Negeri Surabaya 30 September 2016. http://ppti. unesa.ac.id/manuskrip/publikasi-ilmiah-2016.pdf. Diakses 12 Mei 2016 pukul 17.05 wib.

Muin, M. A. (2015). Information literacy skill: Strategi penelusuran informasi Online. Alauddin University Press.

Priyanto, I. F. (2017). Membongkar minsdset pustakawan: revolusi ke-empat. Seminar Nasional Universitas Airlangga, 3 Maret 2017.

Proboyekti, U. (2016). Apa itu Research, riset atau penelitian http:// lecturer.ukdw.ac.id/othie/pengantar_riset.pdf. Diakses tanggal 13 Mei 2017 pukul 09.23 wib.

Untari, D. (2016). Peran Pustakawan dalam Meningkatkan Sitasi Publikasi di Pusat Penelitian Ekonomi LIPI. Makalah. Seminar dan Knowledge Sharing Kepustakawan: Kontribusi Pustakawan Berbasis Kajian dan Standar Forum Perpusdokinfo LPNK Ristek - Jakarta, 30 Maret 2016 hal. 33-44.




DOI: https://doi.org/10.37014/medpus.v24i3.229

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Media Pustakawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright Jurnal Media Pustakawan (e-ISSN:2685-3396), p-ISSN:0852-9248).